New Taipei City, Selasa, 19 Agustus 2025 – Rangkaian kunjungan See Trip to Taiwan yang diikuti rombongan Binus University bersama yayasan pendidikan dan media massa berlanjut ke destinasi budaya terkenal, Shifen Old Street. Terletak di Distrik Pingxi, kawasan ini memadukan jejak sejarah tambang batu bara, peninggalan kolonial Jepang, serta tradisi spiritual yang tetap lestari hingga kini.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung disambut suasana klasik khas Shifen. Jalur kereta api yang membelah jalan menjadi daya tarik unik, berbeda dari kebanyakan destinasi wisata. Di kanan dan kiri rel, deretan toko tradisional menawarkan kuliner lokal, suvenir, serta lentera warna-warni yang menjadi ikon kawasan ini. Sesekali, kereta melintas di jalur sempit tersebut, menciptakan pengalaman berkesan bagi pengunjung.
Secara historis, Shifen berawal dari pemukiman sepuluh keluarga besar yang hidup dari hasil tambang batu bara. Nama “Shifen” sendiri berarti “sepuluh bagian,” melambangkan kebersamaan mereka dalam berbagi sumber daya. Pada masa pendudukan Jepang, industri tambang berkembang pesat dan menjadikan Shifen sebagai pusat kegiatan ekonomi. Namun, ketika tambang meredup, kawasan ini bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya yang menjaga ingatan kolektif masyarakatnya.
Salah satu tradisi paling ikonik yang dinantikan rombongan adalah melepas lentera langit. Tradisi ini bermula pada abad ke-19 ketika masyarakat setempat menggunakan lentera sebagai penanda keamanan desa dari serangan bandit. Seiring waktu, lentera berubah fungsi menjadi simbol doa, harapan, dan cita-cita yang dititipkan kepada langit.
Para peserta tampak antusias menuliskan doa dan harapan pribadi mereka di permukaan lentera. Ada yang menuliskan impian tentang pendidikan, kesehatan, kebahagiaan keluarga, hingga harapan untuk masa depan sekolah dan yayasan masing-masing. Saat lentera-lentera itu terangkat perlahan, suasana hening penuh kekhusyukan menyelimuti rombongan.
Pemandangan magis tercipta ketika lentera bercahaya menghiasi langit Shifen diiringi senyum dan tatapan penuh harapan dari peserta. Momen tersebut tidak hanya meninggalkan kesan estetik, tetapi juga nilai reflektif bahwa setiap doa dan perjuangan membutuhkan kebersamaan, kesabaran, serta keyakinan.
Bagi rombongan See Trip to Taiwan, kunjungan ke Shifen Old Street bukan sekadar wisata budaya. Lebih dari itu, pengalaman melepas lentera langit menjadi simbol penguatan semangat, persaudaraan, dan doa bersama untuk masa depan yang lebih baik. Dari Shifen, para peserta belajar bahwa sejarah, budaya, dan harapan dapat berpadu dalam harmoni yang menginspirasi. (RD. Andreas Sutrisno)


