SMP Xaverius Panjang Bentuk Generasi Tangguh Lewat Bina Karakter “Daya Juang Remaja”

Panjang, 29 Agustus 2025 – SMP Xaverius Panjang menggelar kegiatan Bina Karakter bagi siswa kelas VII dengan tema “Daya Juang Remaja dalam Menghadapi Tantangan Zaman”. Acara ini menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, dan penguatan karakter generasi muda agar siap menghadapi tantangan di era digital.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ibu Susan menegaskan bahwa pembinaan karakter merupakan kebutuhan mendesak bagi setiap remaja. “Karakter adalah jati diri, sifat, dan sikap yang melekat dalam diri manusia. Orang yang berkarakter memiliki budi pekerti baik, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis. Karena manusia terus berkembang, maka pembinaan karakter tidak boleh ditunda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibu Susan mengingatkan para siswa agar bijak menghadapi arus digitalisasi. Generasi Z, menurutnya, perlu mampu mengambil sisi positif dari teknologi tanpa terjerumus pada dampak negatifnya. “Lewat kegiatan bina karakter ini, mari kita belajar menghadapi digitalisasi secara positif dan penuh sukacita,” tambahnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Romo Pius, yang mengajak siswa menumbuhkan daya juang dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui dialog interaktif, ia menggali kesadaran siswa tentang hambatan yang sering mereka alami, seperti rasa malas, budaya serba instan, ketergantungan pada gadget, hingga kesulitan mengatur waktu.

Romo Pius juga memperkenalkan konsep Adversity Quotient (AQ) sebagai ukuran ketahanan diri menghadapi kesulitan. Ia menekankan pentingnya kontrol diri, rasa tanggung jawab, serta tidak mudah menyalahkan orang lain. “Kalau mau menghadapi tantangan, kita harus memiliki sikap kepemilikan diri. Perluas pengetahuan kalian, baca buku, tonton tayangan edukatif, dan belajar dari pengalaman orang lain. Jangan hanya terpaku pada konten yang tidak bermanfaat,” pesannya.

Sebagai bagian dari pembelajaran, para siswa dibagi ke dalam kelompok untuk mendiskusikan kisah Santo Fransiskus Xaverius. Mereka diajak meneladani semangat juang sang santo dalam menghadapi tantangan zamannya. Diskusi berlangsung hangat, bahkan beberapa siswa melontarkan pertanyaan kritis tentang bagaimana teladan Santo Fransiskus bisa diterapkan di era modern.

Kegiatan juga diperkaya dengan permainan edukatif yang melatih kerja sama, ketelitian, dan daya juang. Mulai dari menyusun menara kartu remi, menjaga balon tetap mengudara tanpa menyentuhnya, hingga sesi refleksi bersama. Acara kemudian ditutup dengan makan siang penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh, serta siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat juang yang tinggi.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *