Menjadi Terang di Lingkungan Baru, Siswa Kelas VII SMP Xaverius Kotabumi Ikuti Bina Karakter

KOTABUMI – Membentuk pribadi yang unggul tidak hanya tentang meraih prestasi akademik, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan bagi sesama. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Bina Karakter (Binter) SMP Xaverius Kotabumi bagi 55 siswa kelas VII pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Menjadi Terang di Lingkungan Baru”.

Kegiatan yang didampingi oleh RD. Pius W. Adityo Raharjo ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Xaverius Kotabumi, Ibu Chintya Perdana. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu mengembangkan kepribadian menjadi lebih baik.

Menjadi Terang Melalui Tindakan Sederhana

Kegiatan diawali dengan Sesi I bertajuk “Menjadi Terang di Lingkungan yang Baru”. Dalam sesi ini, para siswa diajak memahami bahwa kebaikan ibarat cahaya yang akan bermakna ketika dapat dirasakan dan membawa dampak positif bagi orang lain.

Menjadi terang tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Perbuatan sederhana, seperti memungut sampah, berbicara dengan sopan, menghargai teman, dan sigap membantu orang lain, merupakan bentuk nyata kebaikan yang dapat menciptakan lingkungan baru yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui pengenalan karakter HK3P, yaitu Humanis, Cerdas, Jujur, Disiplin, dan Melayani. Para siswa juga diajak meneladani Santo Fransiskus Xaverius, pelindung sekolah, yang berani melintasi batas budaya, tekun belajar, setia melayani, dan membangun persaudaraan dengan sesama.

Belajar Bekerja Sama dan Menghayati Nilai Kehidupan

Setelah beristirahat, para peserta mengikuti dinamika kelompok yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, ketelitian, serta kepatuhan terhadap tata tertib. Melalui berbagai aktivitas, siswa belajar bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemauan untuk saling mendukung dan bekerja bersama.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Renungan Pengendapan pada siang hari. Dalam sesi ini, para siswa diajak merefleksikan makna menjadi terang bagi orang lain.

Terang bukanlah sesuatu yang hanya dinikmati oleh dirinya sendiri. Seperti lilin yang rela meleleh agar cahayanya menerangi sekitar, setiap pribadi diajak berani berbuat baik, menjaga integritas, serta konsisten menghidupi nilai-nilai kebaikan dalam keseharian.

Renungan tersebut mengajak para siswa melihat kembali sikap dan tindakan mereka melalui sebuah pertanyaan reflektif: “Apakah kehadiran kita hari ini telah membuat ruang di sekitar kita terasa lebih hangat dan terang?”

Pertanyaan ini menjadi pengingat bahwa karakter yang baik tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk ketika tidak ada orang yang melihat.

Siswa Antusias, Kebaikan Menjadi Pelajaran Berharga

Kegiatan Bina Karakter ini meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Jhoanna Valensia Santoso, siswa kelas VII A, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pemahaman tentang cara menunjukkan kebaikan di lingkungan baru. Ia juga merasakan manfaat kegiatan outbound dalam melatih daya ingat, ketelitian, dan kesabaran.

“Semoga ke depannya kegiatan Binter bisa terus dilaksanakan,” ungkap Jhoanna.

Antusiasme serupa disampaikan oleh Nuri Aaqila Qamra dari kelas VII B. Ia mengaku senang karena kegiatan berlangsung dengan asyik dan seru. Lebih dari sekadar pengalaman yang menyenangkan, Nuri mendapatkan pelajaran penting untuk terus menyebarkan kebaikan dan membentuk kebiasaan positif.

Melalui kegiatan ini, ia semakin menyadari pentingnya menjadi siswa yang jujur dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Menumbuhkan Pribadi Unggul yang Membawa Terang

Kegiatan Bina Karakter SMP Xaverius Kotabumi menjadi salah satu langkah dalam mendampingi peserta didik agar tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga matang dalam sikap, perilaku, dan kepedulian terhadap sesama.

Semangat “Menjadi Terang di Lingkungan Baru” diharapkan terus hidup dalam keseharian para siswa, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat. Dengan menghidupi nilai HK3P dan meneladani Santo Fransiskus Xaverius, para siswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang humanis, cerdas, jujur, disiplin, dan siap melayani.

Sebab, menjadi pribadi unggul bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, melainkan juga tentang seberapa banyak kebaikan yang dapat dihadirkannya bagi orang-orang di sekitarnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *