Jempolku, Karakterku: 50 Siswa Kelas VIII SMP Xaverius Kotabumi Belajar Bijak di Era Digital

KOTABUMI – Bagaimana menjadi remaja yang cerdas bermedia digital sekaligus tetap berkarakter? Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah kegiatan Bina Karakter (Binter) bertema “Aku Bertumbuh dan Berkembang di Era Digitalisasi” yang diikuti 50 siswa kelas VIII SMP Xaverius Kotabumi, Kamis–Jumat (8–9 Oktober 2026). Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian pembinaan, refleksi, dan dinamika kelompok dengan menginap di Kompleks Xaverius Kotabumi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMP Xaverius Kotabumi, Y. Cintya Perdana Ningrum. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap pengalaman baru, serta menjadikan Binter sebagai kesempatan untuk mengenali diri dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Tiga pemateri hadir mendampingi perjalanan refleksi para peserta, yakni RD Pius W. Adityo Raharjo, RD FX Hendri Firmanto, dan Theresia Tri Widiarti, S.Pd., Gr. Melalui penyampaian materi, permenungan, ibadat, hingga permainan dan outbound, para siswa diajak memahami bahwa perkembangan diri tidak hanya ditentukan oleh kecakapan akademis dan penguasaan teknologi, tetapi juga oleh sikap, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang dihidupi sehari-hari.

Dalam materi “Spiritualitas Binter Xaverian”, RD Pius W. Adityo Raharjo mengajak para siswa mendalami nilai-nilai HK3P, yaitu Humanis, Cerdas, Jujur, Disiplin, dan Melayani. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi peserta didik untuk membangun karakter sekaligus meneladani semangat Santo Fransiskus Xaverius yang tangguh, berani, dan setia dalam pelayanan.

Sementara itu, RD FX Hendri Firmanto mengajak para peserta merefleksikan tantangan kehidupan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Para siswa didorong untuk tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tetapi juga mampu bersikap bijaksana, mengenali dampak teknologi, serta menjaga keseimbangan antara perkembangan diri dan penggunaan media digital.

Pembahasan semakin konkret melalui materi “Attitude Pelajar di Era Digitalisasi” yang dibawakan oleh Theresia Tri Widiarti, S.Pd., Gr. Para siswa diperkenalkan pada prinsip THINK, singkatan dari True, Helpful, Inspiring, Necessary, dan Kind. Prinsip ini mengajak mereka untuk memastikan bahwa informasi yang dibagikan benar, bermanfaat, menginspirasi, perlu disampaikan, dan disampaikan dengan cara yang baik.

Pesan tersebut semakin mendalam melalui Ibadat Cinta pada malam hari pertama dengan tema “Jempolku, Karakterku”. Dalam suasana hening dan reflektif, para siswa diajak menyadari bahwa setiap komentar, unggahan, dan pesan yang mereka kirimkan di media sosial merupakan bagian dari tanggung jawab pribadi. Jejak digital bukan sekadar rekaman aktivitas di internet, melainkan juga dapat mencerminkan sikap dan karakter seseorang sebagai murid Kristus.

Bagi para peserta, pengalaman selama dua hari ini memberikan pelajaran yang tidak hanya diperoleh dari materi, tetapi juga dari kebersamaan dan kerja sama. Karolin Advenseand Dinikinanti, siswi kelas VIII A, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pembentukan karakter dan penggunaan media digital.

“Kesan saya terhadap kegiatan Binter ini adalah saya mendapatkan banyak hal baru, mulai dari tingkah laku, karakter diri sendiri, hingga kebiasaan kita terhadap media digital. Dari kegiatan ini juga saya menjadi lebih paham dampak negatif dan positif media digital bagi pelajar,” ungkapnya. Ia juga berharap kegiatan Binter berikutnya dapat memberikan porsi lebih banyak untuk permainan dan dinamika kelompok.

Pengalaman positif turut dirasakan Angelly Alicya HR dari kelas VIII B. Ia menilai kebersamaan bersama teman-teman, materi yang diberikan, serta kerja sama dalam kelompok menjadi pengalaman berharga yang membuat kegiatan semakin menyenangkan.

“Pengalaman bersama teman-teman, materi yang disampaikan, juga kerja sama kelompok dalam dua hari ini sangatlah berarti dan menyenangkan,” tuturnya.

Melalui kegiatan Binter ini, SMP Xaverius Kotabumi berharap para siswa mampu bertumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan kebijaksanaan dalam menggunakannya. Semangat HK3P diharapkan terus hidup dalam tindakan nyata, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun ruang digital.

Pada akhirnya, menjadi pelajar di era digital bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang menguasai teknologi, melainkan juga tentang bagaimana ia menggunakannya untuk membawa kebaikan. Sebab, di dunia nyata maupun maya, karakter tetap menjadi identitas yang paling bermakna.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *