BANDAR LAMPUNG — Perubahan status kepegawaian bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi momentum untuk semakin bertumbuh dalam tanggung jawab, profesionalisme, karakter, dan pelayanan. Semangat inilah yang menjadi dasar kegiatan Pembekalan Pegawai Yayasan Xaverius Tanjungkarang yang mengusung tema “Dari Status Baru Menuju Peran Bermakna: Menata Sikap, Membangun Kinerja, Menguatkan Pelayanan, dan Bertumbuh sebagai Xaverian.” Kegiatan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Rumah Pembinaan Carolus Borromeus Matow, Way Hurik, Bandar Lampung, dan diikuti 46 guru serta tenaga kependidikan.
Kegiatan diawali dengan suasana kebersamaan melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yayasan Xaverius Tanjungkarang, dilanjutkan doa pembukaan serta laporan Ketua Panitia, F. Joko Winarno. Dalam laporannya disampaikan bahwa pembekalan dirancang bukan hanya sebagai ruang untuk menerima materi, tetapi juga sebagai kesempatan bagi para peserta untuk mengenal, berefleksi, belajar, dan bertumbuh bersama. Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terbagi dalam tiga semangat utama, yaitu “Mengakar dalam Spiritualitas”, “Bertumbuh dalam Profesionalisme”, dan “Setia dalam Pelayanan.”
Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Romo Andreas Sutrisno, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa setiap orang yang bekerja di Xaverius memiliki arti dan peran penting dalam keberlangsungan karya pendidikan. Menurutnya, perbedaan status, tugas, maupun unit kerja tidak boleh menjadi batas dalam membangun rasa memiliki terhadap Xaverius. Status kepegawaian merupakan bagian dari perjalanan, sedangkan yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap pribadi mampu bertumbuh dalam profesionalitas, karakter, tanggung jawab, dan semangat pelayanan.

Pesan tersebut dirangkum dalam semangat “One Xaverius – One Journey – One Future.” One Xaverius mengajak seluruh pegawai menyadari bahwa mereka adalah bagian dari satu keluarga besar Xaverius. One Journey menegaskan bahwa proses belajar dan bertumbuh tidak pernah berhenti, sedangkan One Future mengingatkan bahwa masa depan Xaverius dibangun melalui kualitas kerja setiap insan pada hari ini. Kejujuran, kedisiplinan, kemauan untuk berubah, kerja sama, dan pelayanan yang tulus menjadi bagian penting dalam membangun masa depan karya pendidikan Xaverius.
Memperdalam makna tersebut, Romo Andreas menyampaikan materi “Dari Status ke Panggilan: Ketika Pekerjaan Menjadi Bagian dari Panggilan.” Para peserta diajak melihat pekerjaan bukan hanya sebagai job yang berfokus pada tugas, maupun profession yang menekankan kompetensi, tetapi sebagai vocation yang berorientasi pada makna dan perutusan. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, sementara tenaga kependidikan tidak sekadar menjalankan fungsi administrasi atau teknis. Setiap peran memiliki dampak terhadap manusia dan menjadi bagian dari karya pendidikan yang lebih besar.
Semangat ke-Xaverius-an kemudian diperdalam melalui materi “Empat Roh dan HK3P” yang disampaikan Romo Lukas Raditya. Empat Roh, yakni Roh Cinta Kasih, Roh Persaudaraan, Roh Pembelajar, dan Roh Pelayanan, diajak untuk tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Nilai tersebut kemudian tercermin dalam karakter HK3P: Humanis, Kecerdasan, Kejujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan. Melalui studi kasus dan refleksi diri, peserta diajak mengenali kekuatan serta area pertumbuhan masing-masing dan merumuskan komitmen perubahan yang nyata.
Rangkaian hari pertama ditutup dengan refleksi malam yang dipandu Bp. Stefanus Sarji. Refleksi kembali mengajak peserta memahami bahwa bekerja di Xaverius adalah bagian dari panggilan karya, bukan sekadar pekerjaan. Warisan iman, keteladanan, martabat manusia, dan semangat pelayanan yang telah dibangun para pendahulu perlu terus dihidupi dan diteruskan melalui karya nyata. Pembekalan ini pun menjadi titik awal bagi 46 insan Xaverius untuk terus belajar, berubah, bertumbuh, dan memberikan dampak, sehingga setiap pekerjaan yang dilakukan semakin menghadirkan wajah Xaverius sebagai komunitas yang melayani, bertumbuh, dan membangun masa depan bersama.


