Menjadi Xaverian Sejati: Pegawai Baru Xaverius Memulai Langkah dalam Semangat Pelayanan

WAYHALIM, 8 Agustus 2026 — Wajah-wajah baru hadir di Komplek Xaverius Wayhalim pada Sabtu (8/8). Bukan sekadar berkumpul untuk mengikuti pembekalan, para pegawai baru Yayasan Xaverius Tanjungkarang memulai sebuah perjalanan untuk mengenal lebih dekat tempat mereka berkarya sekaligus menemukan makna menjadi bagian dari keluarga besar Xaverius.

Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan Pertemuan Pegawai Baru Yayasan Xaverius Tanjungkarang menjadi ruang untuk berkenalan, belajar, berefleksi, dan meneguhkan komitmen. Sejak registrasi hingga sesi penutupan, para peserta diajak melihat bahwa bekerja di lingkungan Xaverius bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan nilai, semangat pelayanan, dan kepedulian kepada sesama.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh St. Sarji. Para peserta kemudian diajak mengenal lebih dekat perjalanan dan identitas Yayasan Xaverius melalui sesi “Mengenal Yayasan Xaverius” yang disampaikan oleh Romo Andreas Sutrisno.

Mengenal yayasan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pegawai baru. Sebab, sebelum melangkah lebih jauh, setiap pribadi perlu mengetahui siapa dirinya, di mana ia berkarya, dan nilai-nilai apa yang hendak diperjuangkan bersama.

Dari pengenalan yayasan, peserta kemudian diajak masuk ke dunia pendidikan melalui materi “Implementasi Kurikulum” yang disampaikan oleh P. Risdianto. Pendidikan terus berkembang dan menuntut setiap pendidik maupun tenaga kependidikan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan. Kurikulum tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi harus hadir dalam praktik pembelajaran yang memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik.

Semangat tersebut dilanjutkan melalui sesi “Manajemen Kelas” yang dibawakan oleh Yoga Raharjo. Mengelola kelas bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga membangun relasi, menciptakan suasana belajar yang positif, serta memahami kebutuhan peserta didik.

Bukan Sekadar Pegawai, tetapi Bagian dari Keluarga Xaverius

Setelah beristirahat, suasana pertemuan semakin mendalam ketika peserta mengikuti sesi “Menjadi Xaverian Sejati: Spiritualitas Santo Fransiskus Xaverius” yang disampaikan oleh Romo Lukas Raditya Ch.

Di sinilah peserta diajak melihat kembali akar spiritualitas yang menjadi bagian penting dari identitas Xaverius. Sosok Santo Fransiskus Xaverius menjadi inspirasi untuk terus bergerak, melayani, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Menjadi seorang Xaverian tidak cukup hanya dengan mengenakan identitas sebagai pegawai Yayasan Xaverius. Identitas itu perlu diwujudkan dalam sikap, cara bekerja, cara memperlakukan sesama, dan kesediaan untuk memberikan pelayanan terbaik.

Pesan tersebut semakin ditegaskan melalui materi “Membangun Militansi Xaverian” yang disampaikan oleh F. Joko Winarno. Para peserta diajak membangun rasa memiliki terhadap yayasan serta keberanian untuk mengambil bagian dalam setiap proses perkembangan lembaga.

Militansi Xaverian bukan tentang bekerja lebih keras semata, melainkan tentang bekerja dengan hati, memiliki komitmen, dan bersedia memberikan yang terbaik bagi karya pendidikan.

Beradaptasi dengan Zaman, Tetap Berpegang pada Nilai

Perkembangan teknologi juga menjadi bagian penting dalam pertemuan ini. Melalui materi “Pemanfaatan Teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran” yang disampaikan oleh Y. Gisik Priambo, para peserta diperkenalkan pada peluang pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.

Teknologi menghadirkan banyak kemungkinan baru. Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia yang mampu menggunakannya secara bijaksana. Karena itu, kecerdasan buatan diharapkan menjadi alat yang mendukung proses pembelajaran, bukan menggantikan peran manusia dalam membangun relasi, mendampingi, dan mendidik.

Bagi para pegawai baru, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari kesiapan untuk menghadapi dunia pendidikan yang terus berubah.

Dari Pertemuan Menjadi Komitmen

Menjelang akhir kegiatan, para peserta diajak berhenti sejenak melalui sesi “Refleksi, Komitmen, Evaluasi, dan Penutupan” yang kembali dipandu oleh St. Sarji.

Refleksi menjadi ruang untuk melihat kembali apa yang telah dipelajari sepanjang hari. Lebih dari sekadar mendapatkan pengetahuan baru, peserta diajak bertanya kepada diri sendiri: “Apa yang akan saya bawa pulang dari pertemuan ini, dan bagaimana saya akan mewujudkannya dalam pekerjaan sehari-hari?”

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena perjalanan sebagai pegawai baru tidak selesai ketika kegiatan berakhir. Justru, setelah kembali ke unit kerja masing-masing, nilai-nilai yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

Pertemuan Pegawai Baru Yayasan Xaverius Tanjungkarang akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan orientasi. Ia menjadi titik awal untuk membangun rasa memiliki, semangat pelayanan, dan identitas sebagai Xaverian.

Para pegawai baru datang sebagai pribadi-pribadi dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Namun, melalui pertemuan ini mereka dipertemukan dalam satu semangat: belajar bersama, bertumbuh bersama, dan melayani bersama.

Karena pada akhirnya, menjadi bagian dari Xaverius bukan hanya tentang “bekerja di Xaverius”, tetapi tentang “menjadi Xaverius” dalam setiap tugas, pelayanan, dan relasi dengan sesama.

Dari Wayhalim, sebuah langkah baru pun dimulai.

Selamat datang para pegawai baru. Selamat menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Xaverius Tanjungkarang. Mari terus bertumbuh menjadi Xaverian yang unggul, transformatif, dan berkesinambungan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *