Raker Xaverius 2026 Teguhkan Transformasi Sekolah Berbasis Evaluasi Diri

Rapat Kerja Kepala Sekolah Yayasan Xaverius Tanjungkarang Tahun 2026 digelar di Gunung Batin, Minggu (2/2/2026), dengan mengusung tema “Dari Komitmen ke Aksi Nyata: Merawat Semangat, Menggerakkan Transformasi”. Kegiatan ini dihadiri para kepala sekolah dari seluruh unit pendidikan Xaverius sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan satu tahun pengelolaan sekolah berbasis data Evaluasi Diri Sekolah (EDS).

Rapat kerja dibuka dengan sesi Pembukaan dan Peneguhan Arah yang menekankan bahwa data bukanlah vonis, melainkan cermin untuk membaca realitas sekolah secara jujur. Data EDS yang dihimpun melalui Google Form menjadi dasar pembacaan perjalanan sekolah selama satu tahun, sekaligus peta bersama untuk melihat tantangan dan peluang ke depan. Raker ditegaskan bukan sebagai seremoni, melainkan gerakan nyata baik secara fisik maupun pemikiran.

Yayasan Xaverius juga meneguhkan arah strategis melalui berbagai program prioritas, antara lain pemisahan unit usaha dan unit sosial, penguatan Rumah Pendidikan, pengembangan deep learning, Adiwiyata dan Sekolah Hijau, Sekolah Sehat dan Ramah Anak, optimalisasi website dan media sosial, hingga pengembangan sistem presensi dan penilaian kinerja SDM. Selain itu, pengembangan Montessori, akreditasi sekolah, inventarisasi aset, serta penguatan jejaring nilai (value net) menjadi fokus transformasi berkelanjutan.

Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan sejak November 2025 menunjukkan capaian positif, dengan 12 sekolah memperoleh kategori sangat baik dan 13 sekolah berkategori baik. Namun demikian, EDS mengungkap lima area krusial yang perlu perhatian serius, yakni tata kelola keuangan, sumber daya manusia, sarana prasarana, budaya kerja, dan PPDB. Data menunjukkan bahwa sebagian sekolah masih berada pada fase bertahan, belum sepenuhnya bertumbuh secara berkelanjutan.

Dalam aspek keuangan, ketergantungan pada PPDB dan subsidi masih cukup tinggi. Sementara pada SDM, kehadiran administratif belum selalu berbanding lurus dengan kinerja dan pengembangan kompetensi. Sarana prasarana dinilai cukup memadai, namun belum sepenuhnya dihidupi dan dikelola secara sistematis. Budaya kerja pun menjadi sorotan, karena disiplin dan keteladanan kepemimpinan sangat menentukan daya hidup sekolah.

Sesi Best Practice Café menjadi ruang berbagi praktik baik antar sekolah, dengan metode host sebagai penjaga cerita dan visitor sebagai penangkap makna. Melalui alur cerita kondisi awal, eksekusi nyata, risiko, dampak, hingga tantangan lanjutan, peserta diajak menangkap satu inspirasi konkret yang dapat langsung dibawa pulang ke sekolah masing-masing. Berbagai praktik inspiratif muncul, mulai dari inovasi PPDB, kepemimpinan teladan, kolaborasi SDM, hingga kreativitas promosi sekolah.

Rapat kerja ditutup dengan refleksi inspirasi dari setiap sekolah yang melahirkan komitmen nyata untuk berubah. Yayasan menegaskan bahwa raker ini bukan ruang saling menghakimi, melainkan ruang kejujuran, keberanian, dan penguatan bersama. Dengan semangat tersebut, Rapat Kerja Yayasan Xaverius Tanjungkarang 2026 diharapkan mampu memperbaiki tata kelola, menumbuhkan budaya kerja yang sehat, serta meneguhkan sekolah Xaverius sebagai rumah pendidikan yang berdaya saing, berintegritas, dan berkarakter.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *