Taipei, Taiwan – Selasa, 19 Agustus 2025 – Rangkaian kegiatan “See Trip to Taiwan: Binus University” bersama perwakilan yayasan pendidikan dan media massa resmi dimulai pada Selasa sore, 19 Agustus 2025. Pada kesempatan ini, rombongan diajak mengunjungi Gedung Taipei 101, ikon kebanggaan Taiwan yang pernah menyandang predikat gedung tertinggi di dunia.
Peserta berkesempatan menaiki gedung setinggi 508 meter tersebut menggunakan lift super cepat hingga tiba di observatorium. Dari sana, mereka dapat menikmati panorama Kota Taipei yang memukau, terutama momen sunset yang indah di langit Taiwan. Pengalaman ini menjadi salah satu sorotan penting dalam agenda perjalanan.
Kunjungan ke Taipei 101 tidak hanya bernuansa wisata, tetapi juga sarat makna. Gedung yang resmi dibuka pada 2004 ini melambangkan kemajuan arsitektur, teknologi, sekaligus identitas Taiwan di mata dunia. Dengan desain menyerupai batang bambu, Taipei 101 mencerminkan filosofi budaya Tionghoa tentang pertumbuhan, ketahanan, dan harmoni.
Secara sejarah, Taipei 101 menjadi pencakar langit tertinggi di dunia sebelum digantikan oleh Burj Khalifa di Dubai. Selain keindahan arsitekturnya, bangunan ini juga dilengkapi teknologi tahan gempa dan sistem penangkal badai angin topan—sebuah pencapaian luar biasa mengingat kondisi geografis Taiwan yang rawan bencana alam.
Tujuan pembangunan Taipei 101 juga bersifat strategis. Gedung ini dimaksudkan sebagai simbol kemajuan Taiwan, pusat ekonomi dan bisnis internasional, sekaligus destinasi wisata kelas dunia. Tak hanya itu, pada 2011 Taipei 101 meraih sertifikasi LEED Platinum, menjadikannya salah satu gedung ramah lingkungan tertinggi di dunia.
Selama kunjungan, rombongan Binus University, yayasan pendidikan, dan media massa juga berkesempatan menjelajahi pusat perbelanjaan modern di lantai bawah. Selain menikmati suasana belanja, mereka mendapat penjelasan langsung mengenai konsep desain, teknologi bangunan, serta nilai budaya yang diusung Taipei 101.
Bagi peserta, kunjungan ini menjadi pengalaman edukatif yang memberikan inspirasi. Lebih dari sekadar perjalanan rekreatif, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sebuah karya arsitektur mampu merepresentasikan visi besar suatu bangsa. Bagi dunia pendidikan, khususnya Binus University, pengalaman ini menjadi refleksi penting tentang integrasi antara teknologi, seni, budaya, dan keberlanjutan dalam pembangunan modern.
RD. Andreas Sutrisno


