Bandarlampung, 10 November 2023 Yayasan Xaverius Tanjungkarang kembali mengadakan Rekoleksi dengan Tema “Iman Kita Sehat, Kita Selamat”, ungkapan sarat makna yang diusung kali ini masih erat kaitannya dengan tahun devosional keuskupan Tanjungkaranng. Tahun Devosional menjadi sebuah alarm bagi diri bahwa untuk menyadari tentang devosi yang memiliki peran cukup penting dalam kehidupan iman kita.
Kegiatan ini diikuti oleh para tenaga pendidik dan kependidikan SMA Xaverius Tanjungkarang, dimana ini merupakan rangkaian dari agenda tahun devosional yang diadakan di seluruh sekolah di bawah naungan Yayasan Xaverius Tanjungkarang.
Rekoleksi kali ini dibawakan oleh RD. Fritz Dwi Saptoadi, Romo Fritz sapaan yang biasa disematkan untuknya bertugas di Kota Gajah julukan Kota Metro. Beliau langsung dari Kota Metro melakukan perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai di SMA Xaverius Bandarlampung. Dengan senyum ramah dan penuh keceriaan, beliau menyapa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Xaverius Bandarlampung.

Hal serupa juga terlihat dari wajah pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi peserta dalam kegiatan rekoleksi ini, senyum sumringah menunjukan kesiapan dan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan rekoleksi hari ini.
“Devosional merupakan Suplemen”, ungkap Romo Fritz.
Kalimat sederhana yang diungkapkan Romo Fritz tersebut merupakan bagian pembuka untuk mengawali materi yang akan Beliau sampaikan.
Sajian suplemen bagi tubuh hadir dengan segala macam rupa dengan komposisi yang menarik. Hal itu tentu sebagai sebuah penawaran bagi kita untuk bebas memilih yang cukup lengkap dan cocok bagi tubuh kita. Sama halnya dengan suplemen yang merupakan devosi juga memberikan sebuah komposisi yang lengkap untuk iman kita.
Ungkapan tersebut sejalan dengan tema“ Iman Kita Sehat, Kita Selamat” yang diangkat pada rekoleksi kali ini, Devosi sebagai suplemen tentu akan membantu dalam melengkapi, menjaga, dan memelihara iman kita.
“Devosi merupakan bentuk bakti tulus kita terhadap Allah, bentuk bakti tersebut dapat diungkapkan melalui doa pribadi, keluarga, atau kelompok”, Tutur Romo Fritz
Bakti diartikan sebagai tanda hormat kita kepada Allah, maka ungkapan tersebut tentu memiliki arti secara mendalam bagaimana kita membangun relasi dengan Allah melalui devosi, hubungan tersebut secara emosional akan terbangun ketika kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan dalam setiap kehidupan kita.


