Bacaan I: Yer. 1:17-19; Mazmur: 71:1-2.3 4a.5-6ab.15ab.17: R:15a; PEKAN BIASA XXI; Pw Wafat St.Yohanes Pembaptis (M);

Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya salalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya nengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
alu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kau minta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.
Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Agustus 2023, Bacaan Injil
Hari ini, Gereja memperingati wafatrya Yohanes Pembaptis. Wafatnya merupakan kesaksian atas pengorbanan dan pemberian diri seorang pembela kebenaran. la menyerahkan diri dimartir demi menegakkan keadilan dan kebenaran. Sebagaimana Nabi Yeremia, ia tidak gentar karena Tuhan menyertainya. la tidak takut meski harus berhadapan dengan seorang penguasa otoriter bermama Herodes. la menegur Herodes yang mengambil istri Filipus saudaranya. Teguran yang menimbulkan dendam dan membuat Yohanes yang sebelumnya sudah dipenjara, dipenggal kepalanya.
Perayaan ini tentu bukan hanya mengenang kepahlawanan Yohanes ketika dimartir, melainkan juga terutama merayakan hidup, teladan dan pelayanannya sebelum Yesus datang. Dialah Yohanes yang berseru-seru di padang gurun dan mengajak orang bertobat dengan dibaptis di Sungai Yordan. Dialah yang mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dialah nabi besar yang rendah hati. Ketika memberi kesaksian tentang Yesus ia mengatakan, “Lihatlah Anak Domba Allah.” Bahkan ia sendiri menambahkan, “Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
Mari rayakan peringatan wafat Yohanes Pembaptis dengan penuh sukacita iman, karena ia tentu sudah bersama Yesus di surga. Kita patut meneladan Yohanes Pembaptis, teristimewa dalam keberaniannya menghadapi tantangan.
Tuhan, semoga wafat Yohanes Pembaptis senantiasa memberi kami inspirasi untuk selalu membela yang benar dengan penuh keberanian. Amin.
Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

