SMP Xaverius 2 Bandar Lampung Gelar Bina Mental Spiritual Kelas VII: Ajak Siswa Mengenal Diri dan Tangguh di Dunia yang Berubah

BANDAR LAMPUNG – Rabu, 14 Oktober 2026, Memasuki masa peralihan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sekaligus menjadi fase remaja awal, para peserta didik dihadapkan pada pencarian jati diri serta derasnya arus teknologi dan media sosial. Menjawab tantangan tersebut, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental dan Spiritual (Binter) bagi peserta didik kelas VII (7A, 7B, dan 7C) di Aula Penyejuk Jiwa. Kegiatan bertema “Knowing Who I Am, Thriving in a Changing World” ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.

Sejak pukul 07.00 WIB, para peserta melakukan registrasi serta menitipkan telepon genggam (HP) dan perlengkapan mereka kepada panitia dan wali kelas agar dapat fokus mengikuti acara. Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Xaverius, dan doa pembuka. Koordinator Pelaksana Kegiatan, Laurensia Trimeta, S.Si., M.Pd., menyampaikan laporan pelaksanaan dan mengapresiasi kerja keras seluruh panitia. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Yuliana Sariyanti, S.Pd., beserta dewan guru dan karyawan.

Memasuki sesi pertama pada pukul 08.00 WIB, RD. Tangkas D. Simatupang memaparkan materi “Knowing Who I Am” (Mengenal Diriku). Romo Tangkas menjelaskan bahwa struktur kepribadian manusia terdiri atas dua komponen utama, yakni citra diri (fisik dan psikologis) serta watak. Siswa diajak mengenali tiga bentuk gambaran diri: negatif (minder dan kurang percaya diri), berlebihan baik (merasa paling hebat akibat tuntutan kesempurnaan), serta realistik. Melalui sesi ini, murid dibimbing mengenali potensi diri, mengatasi rasa malu atau minder, serta belajar berdamai dengan diri sendiri, sesama (orang tua, teman, guru), dan Tuhan dengan menyadari bahwa diri mereka berharga serta dicintai-Nya.

Selepas jeda coffee break dan ice breaking, sesi kedua dimulai pukul 10.20 WIB bersama RD. Pius W. Adityo Raharjo yang membawakan materi “Thriving in a Changing World” (Berkembang di Dunia yang Berubah). Romo Pius mengajak siswa membedakan sikap surviving (sekadar bertahan tanpa perubahan positif) dengan thriving (bertumbuh, beradaptasi, dan mencapai potensi terbaik). Kunci sukses untuk bertumbuh di tengah perubahan adalah Adversity Quotient (AQ), yakni ukuran ketahanan dan keuletan seseorang dalam mengatasi kesulitan. Siswa diperkenalkan pada empat komponen AQ yang disingkat CO2RE (Control, Origin and Ownership, Reach, Endurance) serta tiga tipe individu dalam menghadapi rintangan: Quitters (mudah menyerah), Campers (cepat puas di zona nyaman), dan Climbers (pendaki yang pantang menyerah).

Momen menarik dalam sesi Romo Pius terjadi saat pelaksanaan Tes AQ selama 120 detik yang diawali petunjuk: “Bacalah seluruh pertanyaan dengan seksama!”. Dari 20 soal yang ada, beberapa instruksi meminta siswa berdiri dan berteriak “AKU SEMANGAT IKUT BINA MENTAL SPIRITUAL!” atau “AKU SUDAH HAMPIR SELESAI!” sebanyak tiga kali. Banyak siswa yang panik dikejar waktu dan langsung mengerjakan soal secara berurutan tanpa membaca tuntas. Padahal, tes ini menguji kecermatan dan penguasaan diri di bawah tekanan, di mana siswa yang cermat membaca akan menemukan instruksi kunci untuk cukup duduk diam dengan tenang dan menjawab soal tertentu saja sesuai petunjuk pada soal nomor 16. Selain itu, siswa juga diajak berefleksi melalui penulisan “Surat untuk Diriku di Masa Depan”.

Setelah makan siang dan ice breaking, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok (outbound) pada pukul 13.20–14.30 WIB untuk mempraktikkan kerja sama dan keuletan. Acara ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan refleksi bersama, penobatan King and Queen, serta doa penutup, membawa harapan agar seluruh siswa memiliki keteguhan mental dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *