BANDAR LAMPUNG – Memasuki lingkungan sekolah yang baru seringkali membawa tantangan tersendiri bagi peserta didik. Menyadari pentingnya fondasi kepribadian sejak dini, SMP Xaverius 3 Bandar Lampung menggelar kegiatan Bina Karakter (Binter) bagi 39 siswa kelas 7 tahun ajaran 2026-2027 pada Sabtu, 26 September 2026, di Aula Kompleks Xaverius Panjang.
Mengusung tema besar “Menjadi Terang di Lingkungan yang Baru”, kegiatan ini mengajak siswa agar tidak sekadar berprestasi secara akademis, tetapi juga menjadi teladan positif yang digerakkan oleh semangat kasih, persaudaraan, pembelajaran, dan pelayanan yang terwujud dalam tindakan yang humanis, cerdas, jujur, disiplin dan melayani (HK3P).
Acara yang dipandu oleh tim Binter SMP Xaverius 3 bersama RD Pius W. Adityo Raharjo (Romo Pastoral Sekolah Yayasan Xaverius) ini dibuka dengan khidmat lewat lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Xaverius.
Semangat para peserta mulai dipantik lewat sapaan khas Kepala SMP Xaverius 3 Bandar Lampung, Ibu Susana Tut Wurihandayani, S.Si.: “Semangat pagi Xavepan! Pagi-pagi-pagi Xavepan!” Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa karakter adalah cerminan sifat dan perilaku sejati. Ia mengajak para siswa untuk sejenak melepaskan tugas dan rencana lain, guna bersukacita merajut pagar-pagar karakter yang baik dengan sikap yang terbuka.
Filosofi Terang: Memantulkan Kebaikan dan Mengoreksi Diri
Sesi inti yang dibawakan oleh Romo Pius W. Adityo Raharjo mengajak siswa menyelami makna “terang” melalui kacamata ilmu fisika. Ia menjelaskan bahwa kita bisa melihat keindahan benda karena ada cahaya yang memantul ke mata.
“Tugas kita di lingkungan baru adalah menjadi terang, memantulkan kebaikan di dalam diri agar dirasakan oleh teman, guru, dan keluarga,” jelas Romo Pius. Namun, ia juga mengingatkan sifat terang yang kedua: menyingkap kegelapan. Di bawah cahaya terang, segala debu dan kebohongan akan terlihat. Oleh karena itu, terang juga bermakna koreksi diri—momen untuk memperbaiki sifat buruk, bukan menutup-nutupinya.
Menjadi terang berarti menjadi teladan. Romo Pius menekankan bahwa siswa tidak perlu berteriak menyuruh orang lain berbuat baik. Cukup dengan tindakan nyata dan konsisten—seperti memungut sampah atau berbicara sopan—kebaikan itu akan menyebar dan menular dengan sendirinya di ekosistem sekolah.
Meneladani Sang Pelindung dalam Aksi HK3P
Spiritualitas Santo Fransiskus Xaverius menjadi rujukan utama dalam pembinaan ini. Siswa diajak meneladani keberanian sang santo yang berani masuk ke benua baru demi membawa terang kebaikan. Nilai-nilai tersebut diejawantahkan dalam semangat inti: Cinta Kasih, Persaudaraan, Pembelajaran, dan Pelayanan.
Keempat semangat ini diharapkan mendarah daging dalam karakter unggulan HK3P:
- Humanis: Berempati dan memanusiakan sesama.
- Cerdas: Kritis membedakan tindakan baik dan buruk.
- Jujur: Tampil apa adanya, karena kebohongan tak bisa disembunyikan.
- Disiplin: Taat aturan dan menghargai waktu.
- Melayani: Siap sedia membantu tanpa pamrih.
Dalam sesi dinamika kelompok, para siswa diajak membaca penggalan kisah hidup Santo Fransiskus Xaverius untuk mencari teladan hidupnya.
Bermain, Belajar, dan Merenung
Bina karakter tidak melulu soal teori. Siswa juga diajak terjun ke sesi Outbound yang mengasah rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Melalui permainan-permainan yang menuntut keterbukaan, karakter mereka diuji dan dibentuk secara langsung.
Acara ditutup dengan momen refleksi yang mendalam bersama Romo Pius dan Pak Anung. Siswa menempelkan foto diri dan merenungkan kebaikan yang akan mereka wujudkan ke depannya.
Dalam renungannya, Pak Anung memberikan analogi sebatang lilin yang terbakar agar orang lain bisa melihat jalan. “Terang tidak pernah bekerja untuk dirinya sendiri. Menjadi terang berarti menggeser fokus ego pribadi (apa yang bisa kudapatkan?) menjadi sebuah dampak (apa yang bisa kubagikan?).”
Ia mengingatkan siswa layaknya mercusuar yang tak perlu berteriak, melainkan hanya perlu konsisten menyala untuk menuntun kapal yang tersesat. Refleksi ini ditutup dengan sebuah pertanyaan tajam yang dibawa pulang oleh para peserta: “Apakah kehadiran kita hari ini telah membuat ruang di sekitar kita terasa lebih hangat dan terang, atau justru menambah dingin dan gelapnya situasi?”
Rangkaian kegiatan Binter ini diparipurnakan dengan apresiasi meriah bagi kelompok dan individu peserta yang dinilai paling kreatif, rajin, dan keren. Melalui Bina Karakter ini, angkatan baru SMP Xaverius 3 Bandar Lampung diharapkan siap melangkah—tidak hanya sebagai pelajar yang cerdas, tetapi sebagai mercusuar-mercusuar kecil yang membawa kehangatan di mana pun mereka berada.


