BINA KARAKTER SMP XAVERIUS TERBANGGI BESAR 2024 “BE A REAL XAVERIAN”

SMP Xaverius Terbanggi Besar telah menyelenggarakan kegiatan bina karakter peserta didik di Rumah Khalwat Ngisonando, 4-6 Maret 2024, dengan mengusung tema “Be a Real Xaverian”. Kegiatan bina karakter (binter) ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sekolah setiap tahun. Tahun ini, kegiatan binter SMP Xaveter diikuti oleh peserta didik kelas XI sejumlah 42 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi lebih baik sesuai dengan karakter HK3P. Selain itu, dengan mengikuti kegiatan bina karakter, peserta didik diharapkan memiliki bekal untuk menyongsong ujian sekolah yang akan mereka hadapi sebentar lagi. Secara garis besar, kegiatan yang didampingi oleh RD. Pius W. Adityo Raharjo dan Frater Robertus Didik Susanto ini dibagi menjadi enam sesi materi.

Senin, 4 Maret 2024 semua peserta bina karakter berkumpul di sekolah pada pukul 11.00 WIB. Sebelum berangkat, semua peserta makan bekal Bersama-sama di sekolah. Peserta berangkat menuju Rumah Khalwat Ngisonando pada pukul 12.30 WIB dengan menggunakan bus dari PT Great Giant Food. Sesampainya di Rumah Khalwat Ngisonando, Kalianda, Lampung Selatan, para peserta disambut oleh Suster Sita, HK, yang sekaligus membagi kamar para peserta didik. Setelah mandi dan bersiap-siap, peserta didik berkumpul di aula untuk mengikuti pembukaan binter. Kegiatan bina karakter dibuka secara resmi oleh Bapak Robertus Bayu Wibowo, S.Pd. selaku Kepala SMP Xaverius Terbanggi Besar. Setelah dibuka, kegiatan dilanjutkan Sesi I: Spiritualitas Bina Karakter yang disampaikan oleh Romo Pius. Pada sesi ini, peserta diajak untuk meresapi motto sekolah yaitu menjadi pribadi unggul dalam humanitas, kecerdasan, kejujuran, kedisiplinan, dan pelayanan. Di dalam sesi ini, peserta didik diminta untuk menemukan apa yang menjadi spirit/semangat dalam hidup mereka. Setelah selesai Sesi I, langsung dilanjutkan dengan Sesi I: Rancang Bangun Masa Depan yang disampaikan oleh Pak Bayu. Pada sesi ini anak-anak diajak untuk menentukan visi dan misi sebagai arah tujuan hidup mereka. Di akhir sesi ini, anak-anak secara berkelompok diminta untuk membuat menara yang tinggi dan kokoh dari sepuluh lembar koran sebagai simbol rancangan kehidupan masa depan mereka. Kegiatan di hari pertama ditutup dengan doa malam untuk mengucapkan syukur serta merefleksikan segala yang telah mereka lalui.

Hari kedua, Selasa, 5 Maret 2024, kegiatan diawalai dengan misa pagi bagi anak-anak yang beragama katolik dan senam serta meditasi untuk anak-anak yang non-katolik. Setelah mandi dan sarapan, acara dilanjutkan dengan Sesi III: Tuhan dalam Masa Depanku, yang disampaikan oleh Frater Didik. Pada sesi ini, anak-anak diminta untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Setelah sesi ini, anak-anak diberikan pengantar untuk mengikuti outbound/mancakrida. Di pengantar ini, anak-anak diminta memecahkan sandi untuk mengetahui pos mana yang akan mereka datangi. Selanjutnya mereka makan tumpeng bersama dengan teman kelompok mereka. Selesai makan, mereka diberi waktu untuk memantapkan yel-yel dan jargon yang akan mereka kumandangkan di setiap pos outbound. Outbound dimulai, kelompok harus melewati tantangan dan permainan yang terdapat dalam pos-pos outbound. Setiap pos yang harus dilewati peserta outbound ini memiliki nama yang sesuai dengan visi Xaverius, yakni Pos Humanis, Pos Cerdas, Pos Jujur, Pos Disiplin, dan Pos Melayani. Selain lima pos tersebut, ada juga Pos Kebersamaan yang akan dimainkan serempak oleh semua kelompok. Untuk mencapai Pos Kebersamaan, para peserta binter harus melewati ‘Jalan Kehidupan’. Enam dari tujuh anggota kelompok akan ditutup matanya, kemudian mereka hanya dipandu satu orang untuk melewati ‘Jalan Kehidupan’ sampai dengan Pos Kebersamaan. Setelah menyelesaikan outbound, anak-anak mandi dan snack sore, lalu berkumpul di aula untuk melakukan meditasi horizontal. Meditasi horizontal yang dipandu oleh Ibu Maria Danaris, S.Pd. itu, bertujuan untuk mengajak peserta didik mengingat kembali setiap tindakan yang telah mereka lakukan dari pagi sampai sore itu.

Pada malam hari, peserta binter menampilkan pentas seni yang sudah mereka siapkan. Dalam menampilkan pentas seni, peserta didik dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang menampilkan kesenian daerah Bali, Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan, Papua, dan Lampung. Setelah pensi selesai, peserta mengikuti “Ibadat Cinta” bersama dengan Romo Pius. Dalam “ibadat cinta” ini, peserta diajak untuk menyadari bahwa begitu banyak cinta yang telah mereka dapatkan dalam hidup mereka. Cinta dari orang tua, guru, dan teman-teman yang mereka miliki. Ibadat cinta diakhiri dengan pelukan semangat dari para guru pendamping kepada para peserta, dan kebersamaan dengan teman-teman sekelas mereka. Para peserta binter juga diberi kesempatan untuk menuliskan surat permohonan maaf dan ungkapan terima kasih mereka kepada orang tua mereka masing-masing. Rangkaian kegiatan yang telah mereka lalui ini ditutup dengan malam keakraban yang diisi dengan bakar-bakar. Setelah mereka puas bermain, bercengkrama, dan menikmati ragam bakaran, peserta kembali ke kamar mereka masing-masing dan beristirahat.

Hari terakhir dimulai dengan mandi, membereskan barang-barang yang mereka bawa dan sarapan. Setelah itu, anak-anak mengikuti Sesi V: Dekadensi Moral. Pada sesi ini, peserta diajak untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan kemerosotan moral/akhlak generasi saat ini. Sesi selanjutnya yaitu Sesi VI: Manage  Your Live. Dalam sesi yang dipandu oleh Frater Didik, anak-anak diajak untuk menuliskan aksi atau tindakan yang akan mereka lakukan setelah kegiatan bina karakter selesai. Sebelum mengakhiri kegiatan bina karater, seluruh peserta mengikuti misa penutup yang dipimpin oleh Romo Pius. Selanjutnya, peserta menonton video dokumentasi kegiatan bina karakter yang mereka lakukan selama tiga hari tersebut. Terdapat juga pemberian hadiah untuk kelompok terfavorit. Kegiatan Bina Karakter ditutup secara resmi oleh Pak Bayu. Selanjutnya, peserta didik melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Aruna. Setelah puas bermain di pantai, peserta didik pulang menuju sekolah, dan sampai di sekolah pada pukul 17.00

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *