16 November 2023 – Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris, Yayasan Xaverius Tanjung Karang bekerja sama dengan Pearson Indonesia mengadakan seminar pendidikan dengan tema “Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Inggris” di GSG Gentiaras Komplek Xaverius Way Halim. Seminar ini dibawakan oleh Mr. Christian Puguh Sulistyo sebagai Solution Consultant Pearson Indonesia & Malaysia dan Instruktur Nasional Guru Penggerak.
Seminar ini diikuti oleh 33 guru Bahasa Inggris dari 24-unit sekolah dibawah naungan Yayasan Xaverius Tanjung Karang. Dalam pengantarnya, Romo Andreas Sutrisno selaku Ketua Yayasan menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di seluruh unit sekolah di bawah naungan Yayasan. Seminar ini juga diharapkan membantu para guru untuk lebih memahami penerapan kurikulum merdeka di pembelajaran Bahasa Inggris sehingga pada akhirnya layanan dan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di unit sekolah Yayasan Xaverius Tanjung Karang meningkat.
Mr. Christian mengawali seminar ini dengan memberikan penyegaran kembali terkait konsep dan filosofi kurikulum merdeka kepada seluruh peserta. Peserta juga diajak untuk berdiskusi bagaimana menyusun konsep pembelajaran Bahasa Inggris yang bermakna sehingga pada akhirnya peserta didik lulusan Xaverius memiliki 6 keterampilan berbahasa Inggris (menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan) secara terintegrasi di dalam kehidupan nyata mereka. Pembelajaran yang disusun mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFR) dan setara level B1. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris adalah pendekatan berbasis teks (genre-based approach). 4 tahapan yang harus dilalui dalam pendekatan berbasi teks adalah Building Knowledge of the Field (BKOF), Modelling of the Text (MOT), Joint Construction of the Text (JCOT), dan Independent Construction of the Text (ICOT).
Mr. Christian juga mengatakan bahwa kompetensi guru sangat mempengaruhi ketercapaian target tersebut. Beliau mengajak seluruh guru Bahasa Inggris Yayasan Xaverius Tanjung Karang untuk terus mengupgrade kompetensi mereka sehingga layanan dan kualitas pembelajaran dapat menjadi personal branding sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Xaverius Tanjung Karang. Seluruh guru juga harus meningkatkan kompetensi mereka dalam memahami keberagaman karakteristik peserta didik Xaverius. Pemahaman ini merupakan modal utama bagi para guru dalam menyusun pembelajaran yang menarik, bermakna dan mamfasilitasi keberagaman yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik sehingga pada akhirnya peserta didik lulusan Xaverius mampu bersaing dalam kehidupan nyata dengan memiliki kompetensi Bahasa Inggris dan profil Pelajar Pancasila yang berkualitas.


